07 APRIL 2020
Mempertanyakan Kredibilitas Ketua Umum MD KAHMI Kota Binjai

Sumber:

Mempertanyakan Kredibilitas Ketua Umum MD KAHMI Kota Binjai

Oleh : Joko Prayetno, S.Pd (Ketua Umum HMI Cabang Binjai Periode 2016-2017)

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) merupakan organisasi yang lahir melalui rahim KONGRES HMI ke-VIII di Solo pada tanggal 10-17 September 1966. Ide dasar kelahiran KAHMI adalah keinginan adanya tempat atau wadah berkumpulnya para alumni HMI, walaupun tidak menutup kemungkinan para alumni masih terus bermanuver layaknya aktivis ulung yang sibuk menyuarakan kemerdekaan.

Pada awalnya KAHMI merupakan satu tubuh dengan HMI, namun dengan besarnya keinginan membentuk organisasi sendiri, maka sahlah KAHMI sebagai organisasi pada tanggal 17 September 1966 dan dibentuklah Majelis Nasional KAHMI.

Walaupun secara organisatoris KAHMI dan HMI sudah berpisah, hubungan emosional secara pribadi maupun lembaga tetap terjaga dengan baik. Layaknya senior, KAHMI selalu dibutuhkan pemikiran, pengalaman, waktu, tenaga, bahkan kantongnya bagi adik-adik HMI. Tentunya sebagai senior yang sudah lebih dulu mencicipi asam manisnya perjuangan di HMI, maka sudah lumrah jika para alumni HMI selalu mendukung perjuangan adik-adiknya yang masih perlu bimbingan.

Tampak canggung ketika kita mencoba melirik pada MD KAHMI Kota Binjai. Hubungan KAHMI dan HMI tidak terlihat harmonis. Seperti yang terlihat pada kegiatan-kegiatan HMI yang terlaksana, sangat jarang sekali terlihat sosok Ketua Umum MD KAHMI Kota Binjai, dr. Agusnadi Talah, SpA ikut hadir dalam kegiatan tersebut, setidaknya hanya untuk memberi kata sambutan sekalipun. Lain halnya jika kegiatan itu dilaksanakan oleh MD KAHMI Kota Binjai, adik-adik HMI selalu tampak dengan semangatnya berjumpa dan bersilaturahmi dengan seniorannya di KAHMI.

Sepengalaman penulis ketika masih menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Binjai Periode 2016-2017 hanya sekali Agusnadi Talah terlihat hadir dalam kegiatan HMI, tepatnya pada acara Pelantikan HMI Cabang Binjai Periode 2016-2017 tanggal 09 Januari 2017. Selebihnya hanya diwakilkan oleh pengurus lainnya bahkan lebih sering juga tidak diutus perwakilan sama sekali.

Tidak cukup sampai disitu. Untuk bertemu seorang Agusnadi Talah tampaknya lebih susah dibandingkan bertemu dengan Walikota sekalipun. Bahkan ketika dihubungi melaui via handphone, masih dapat dihitung dengan sebelah jari tangan Agusnadi Talah mengangkat. Apa yang salah, dan dimana salahnya?

Menelisik ke belakang

dr. Agusnadi Talah, SpA terpilih menjadi Ketua Umum MD KAHMI Kota Binjai periode 2016-2021 melalui proses Musyawarah Daerah (MUSDA) KAHMI ke-IV pada tanggal 21 Februari 2016 di Aula IPHI Kota Binjai. Kemudian Agusnadi Talah beserta pengurus MD KAHMI Kota Binjai periode 2016-2021 resmi dilantik pada tanggal 02 Juni 2016 di Gedung Tumoria Hall, Kota Binjai.

Sepanjang perjalanan MD KAHMI Kota Binjai Periode 2016-2021 yang dipimpin oleh Agusnadi Talah hingga saat ini masih belum mampu menunjukkan eksistensinya. Tampak sepinya kegiatan yang dilakukan, bahkan sumbangsih pemikiran dalam rangka membangun daerah pun sangat minim. Secara kasat mata tampaknya pengurus MD KAHMI Kota Binjai mulai kurang harmonis. Penulis dapat melihat pergerakan anggotanya yang cenderung bergerak tanpa wadah (bergerak masing-masing) walaupun memang tidak membawa nama MD KAHMI Kota Binjai.

Tentunya hal tersebut sebenarnya adalah sebuah tamparan keras untuk seorang Ketua Umum MD KAHMI Kota Binjai. Apakah Ketua Umum tidak mampu mengakomodir pergerakan anggotanya, atau anggotanya tak tidak mau lagi diakomodir oleh Ketua Umum?

Tawaran solusi

Kesimpulannya adalah penulis ingin sampaikan bahwa sejatinya KAHMI merupakan organisasi mewah yang kaya dengan ilmu pengetahuan dan kualitas para kadernya, maka sejatinya para alumni giat menuangkan buah fikirnya untuk kemajuan MD KAHMI Kota Binjai, baik yang tergabung dalam pengurus MD KAHMI Kota Binjai ataupun yang tidak termasuk kedalam pengurus. Perbaiki yang rusak, dan buang yang tidak dapat lagi diperbaiki.

Berdasarkan uraian tersebut penulis ingin memberi dua buah solusi. Solusi pertama adalah pengunduran diri seorang Agusnadi Talah dari Ketua Umum MD KAHMI Kota Binjai Periode 2016-2021. Sedangkan solusi kedua adalah dengan cara melaksanakan MUSDA Luar Biasa. Semua tinggal tergantung pada para pengurus MD KAHMI Kota Binjai Periode 2016-2021. Mari sayangi HMI-KAHMI

Komentar