25 MEI 2020
Ngopi Sore IMADES dan PGK Deli Serdang: Milenial Harus Bergerak Lawan Hoax

Sumber: Ahmad Arfah Fansuri (berdiri) saat menyampaikan sambutan.

Ngopi Sore IMADES dan PGK Deli Serdang: Milenial Harus Bergerak Lawan Hoax

Ikatan Mahasiswa Deli Serdang (IMADES) dan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Deli Serdang, menggelar dialog bertajuk Ngopi Sore Milenial di D Jong Cafe Jalan William Iskandar Medan Estate (24/2/2019).

Dialog bertema Milenial Bergerak Lawan Hoax Bersinergi Menuju Pesta Demokrasi ini menghadirkan Fajar Siddiq selaku penulis buku dan jurnalis di wilayah Medan, dan Muhammad Hasbi Simanjuntak yang merupakan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Ahmad Arfah Fansuri Lubis mewakili IMADES dan PGK Deli Serdang menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak simpul simpul kelompok milenial baik itu mahasiswa dan masyarakat untuk bergerak lawan hoax.

Arfah menjelaskan bahwa kondisi kebangsaan saat ini sudah sangat berbahaya karena hoax yang semakin hari semakin banyak bertebaran. Ia menilai anak anak muda harus mengajak rekan rekan sebaya untuk tidak ikut dalam oknum penyebar hoax.

"Dialog ini sengaja hanya mengajak beberapa orang orang dari berbagai kelompok organisasi, harapannya orang orang yang hadir disini dapat menyampaikan kepada orang orang di kelompoknya ataupun masyarakat luar untuk turut melawan hoax" tutur Arfah.

Fajar Siddik dalam pemaparannya menjelaskan hadirnya hoax karena kemampuan seseorang untuk membuatnya, karena menurutnya hoax tidak bisa dibuat oleh sembarangan orang. Lebih lanjut fajar menjelaskan ada tiga hal yang menyebabkan hoax dapat terjadi.

"Konten Hoax tidak bisa dibuat oleh orang sembarangan, hoax hanya bisa dibuat oleh orang yang memahami opini dan wacana. Ada tiga hal yang dapat menyebabkan hoax tumbuh subur, yang pertama Ilmu pengetahuan, kedua karena etika dan ketiga karena adanya momentum" jelas Fajar.

Senada dengan Fajar, Hasbi Simanjuntak memaparkan bahwa bawa hoax itu bisa terhindar jika kita memahami apa itu Fakta, Wacana dan Isu.

"Untuk melawan ini kita harus pahami apa itu fakta, opini dan isu. Fakta itu yang terjadi sebenarnya, opini itu kejadian sebenarnya yang dicampur perspektif orang lain dan isu itu hak yang belum terjadi" terang Hasbi.

Kegiatan ini sendiri dihadiri puluhan peserta perwakilan organisasi IMADES, PGK, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Pemuda Batubara (HIMADARA), Perhimpunan Mahasiswa Pak-Pak (PMP), Komunitas Insan Cita Education Siantar.

Komentar